Ayo Berdonasi untuk Pendidikan

Semua manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk mengubah hidup orang lain. Memberi adalah salah satu kemampuan itu. Mari bersama-sama wujudkan mimpi adik-adik di sudut negeri untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

KLIK DISINI




Hai... Kakak-kakak pemerhati pendidikan

Apa Kabar? semoga sehat selalu yah...

Ada banyak cara kita bisa saling membahagiakan, tidak hanya dengan materi namun dengan senyum yang tulus pun kita dapat melakukannya. Semua orang berhak bahagia tak terkecuali adik-adik di pelosok sana walaupun masih banyak kekurangan yang mereka rasakan di era modern ini, salah satunya ialah dibidang pendidikan. walaupun kekurangan sarana dan prasarana bukan berarti mereka harus terpinggirkan, mari bersama-sama kita berbagi pengalaman dan mengukir senyum di wajah mereka. :)

Sehubungan dengan telah ditutupnya pendaftaran calon relawan Sekolah Jejak Nusantara, dan telah dilaksankannya proses seleksi wawancara pada tanggal 17 Oktober 2019 pada meet up 1. Akhirnya terpilhlah beberapa calon relawan yang berhak mengikuti tahap selanjutya yaitu meet up 2 yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2019 dan ini bersifat wajib. Pada meet up 2 ini akan dilaksankan pengenalan kelas lebih jauh dan juga pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan pengabdian ke lokasi pada tanggal 24 s/d 27 Oktober 2019.

Bagi kakak-kakak yang ingin melihat hasilnya silahkan cek disini yaah...



Hai kakak-kakak...

Apa kabar? Semoga kita selalu diberi kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari

Setelah melakukan tahap pendaftaran untuk menjadi calon relawan Sekolah Jejak Nusantara mulai dari tanggal 6 s/d 15 Oktober 2019, akhirnya terpilihlah beberapa orang yang berhak mengikuti tahap selanjutnya yaitu meet up 1 yang akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2019. Pertemuan ini bersifat wajib bagi calon relawan Sekolah Jejak Nusantara yaaah... jadi jangan sia-siakan kesempatan tersebut dan bagi kakak-kakak yang belum sempat mendapatkan kesempatan mengikuti program Sekolah Jejak Nusantara jangan berkecil hati :) dan kami tunggu partisipasinya di program selanjutnya...

Silahkan cek nama Kakak disini yah...


Hai... Kakak-kakak... Apa kabar?
Semoga kita sesalu diberi kesehatan disetiap aktifitas kita....

Komunitas KUN kembali membuka peluang bagi para pemerhati pendidikan di daerah terpencil untuk mengabdi dalam program Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA). Pendaftaran kembali dibuka oleh panitia Open Recruitment mulai hari ini tanggal 6 s/d 15 Oktober 2019.

Sebelum dinyatakan lulus calon relawan wajib mengikuti beberapa tahapan yakni melakukan pendaftaran dengan mengisi form yang telah disediakan oleh panitia yang dapat diakses melalui laman blog kami di www.koinuntuknegeri.org. Serta para pendaftar wajib mengikuti tahap interview pada Meet Up pertama dan tahap penentuan kelas pada Meet Up kedua serta pematapan pada Meet Up ketiga.

Relawan akan mengabdi selama 4 hari dilokasi binaan SEJARA di Dusun Bara Desa Bontosomba Kec. Tompobulu Kab. Maros yang akan diberangkatkan pada tanggal 24 s/d 27 Oktober 2019. Para relawan akan mengajar, berbagi, dan menginspirasi adik-adik dilokasi sesuai dengan kelas yang telah ditentukan. Namun tetap semua relawan akan terlibat dalam proses pembelajaran ditiap kelas.

Minat untuk berbagi, mengajar, dan menginspirasi adik-adik ditepian negeri?. Merasa peduli dan peka terhadap keterbatasan adik-adik di sudut negeri?. Buruan daftar dan rasakan 4 hari bersama adik-adik dipelosok yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota yang serba instan.

Daftarnya disini yah... KLIK DISINI

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh ketiga poin yang disebutkan diatas dan kesuksesan tidak akan terwujud apabila ketiga poin diatas tidak terpenuhi.Tanggapan terhadap ketiga permasalahan diatas seperti yang telah diketahui bahwa pembangunan sarana prasarana lebih terfokus kan pada pembangunan dilingkungan perkotaan ketimbang di pedesaan hal ini yg menjadi kendala majunya pendidikan di pelosok karena adanya perbedaan dalam hal tersebut.

Sedangkan kualitas guru yang kurang memadai seharusnya menjadi perenungan tersendiri bagi para pendidik sebelum terjun langsung ke suatu lapangan apakah sudah siap atau sebaliknya, serta kondisi lingkungan dan masyarakat yang sangat memprihatinkan serta ketinggalan mereka dalam hal pendidikan menjadi perenungan tersendiri bagi para Pemuda-pemudi yang memiliki kepedulian terhadap keadaan sekitar dan upaya yg nyata perlu diterapkan dilingkungan yang membutuhkan itu demi terciptanya suatu pendidikan yang menyeluruh tanpa mengenal perbedaan dan mewujudkan generasi penerus yang peduli akan nasib kedepan suatu bangsa.

Calon Relawan Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) Angkatan 16 /
Mahasiswi UIN Alauddin Makassar

Mengenai masalah pendidikan yang terjadi di daerah pelosok, perhatian pemerintah terhadap hal tersebut masih sangat minim atu bahkan masih sangat kurang. Solusi saya dalam mengatasi masalah tersebut ialah pemerintah seharusnya memperhatikan sekolah-sekolah yang ada di pelosok dengan meningkatkan anggaran pendidikan.

Juga bertanggung jawab atas biaya pendidikan untuk warganya baik untuk sekolah swasta maupun negeri, pemerintah juga seharusnya memperhatikan memperhatikan bangunan sekolah-sekolah yang ada di pelosok karena rata-rata sekolah di pelosok itu tempatnya bisa di bilang sudah tidak layak untuk di pakai misalnya atap yanh sudah bocor meja dan kursi yg rusak.

Dan juga pemerintah harus melibatkan masyarakat dalam menunjang pendidikan di daerah pelosok, Untuk meningkatkan pendidikan masyarakat di Indonesia pemerintah harus terus memperbaiki pada setiap aspeknya dan lebih diperhatikan pada daerah-daerah terpencil. Maka dengan perhatian-perhatian tersebut diharapkan pendidikan didaerah terpencil dapat bangkit sehingga dapat menciptakan generasi-generasi baru yang ber SDM tinggi.

Untuk itu diperlukan pemahaman, penguasaan, kesadaran, dan semangat untuk berbuat kebaikan secara berkesinambungan. Dan tanggung jawab saya sebagai pemuda yaitu memulai dari diri saya sendiri sebagai soerang mahasiswa saya berusaha untuk belajar terlebih dahulu sebelum terjun langsung ke dunia pendidikan yang sebenarnya atau menjadi seorang guru. Dan juga kerna masih kurangnya guru yang mau di termpatkan daerah terpencil jadi di butuhkan kominitas relawan seperti ini.

Calon Relawan Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) Angkatan 16/
Mahasiswa Cokroaminoto Palopo

Dalam dunia pendidikan memang tak jarang terdapat masalah-masalah sosial, terlebih jika tempat menyuarakan pendidikan itu berada di daerah pelosok. Sebenarnya ada banyak permasalahan yang sering terjadi tetapi ada 3 aspek yang paling mendominasi perhatian yaitu sarana dan prasarana, kualitas guru dan kondisi lingkungan.

Dewasa ini sudah menjadi hal yang tabu jika kita membicarakan pendidikan di daerah pelosok itu sangat tertinggal. Banyak aspek yang mempengaruhi hal-hal seperti ini, jarak tempuh dari pemukiman sampai ke sekolah misalnya. Banyak dari tenaga pengajar enggan untuk mengabdikan diri untuk mengajar di daerah pelosok karena mengeluhkan jarak pemukiman ke sekolah, berkilo-kilometer harus ditaklukkan untuk bisa sampai ke sekolah tempat mengajar dengan suasana yang berbanding terbalik dengan suasana yang ada di kota juga tak menutup kemungkinan untuk melewati hutan dan sungai yang terhampar sepanjang perjalanan.

Nah, saya sebagai mahasiswa memandang fenomena seperti ini tentu sangat miris, tidak kepada para tenaga pendidik sendiri tapi terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan aspek pendidikan yang memprihatinkan tersebut. Menurut saya pemerintah harus turun langsung untuk meninjau keadaan pendidikan di daerah pelosok baik itu dengan memperbaiki infrastruktur, meningkatkan mutu dan kuantitas tenaga pengajar hingga bantuan-bantuan logistik yang sangat dibutuhkan sekolah-sekolah di daerah pelosok.

Saya sebagai pemuda seyogianya merasa sedih melihat kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat perkotaan dengan yang berada di daerah pelosok nampak jelas di mata kita akan kurangnya perhatian pemerintah akan hal tersebut sehingga menjadi tugas para pemudalah untuk memajukan pendidikan dan mendedikasikan diri dengan cara turun langsung untuk memberikan bantuan tenaga dan fikirannya. Dan dengan adanya Komunitas koin untuk negeri yang telah terbula matanya akan permasalahan pendidikan yang terjadi di daerah pelosok menjadi sebuah wadah bagi para pemuda yang memiliki jiwa sosial untuk turut andil dalam memajukan pendidikan di daerah

Calon Relawan Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) Angkatan 16/ 
Mahasiswa UIN Alaiuddin Makassar

Tidak bisa dipungkiri negara dengan beribu pulau yang terbentang dari ujung pulau aceh sampai tanah Papua kita masih memiliki banyak sekali sekolah terpencil dan masih tertinggal, anak anak yang memiliki kemauan yang besar untuk dapat merasakan bangku persekolahan harus mampu menahan perasaan dalam kesederhanaan sekolah yang ia miliki, jika menengok persekolahan di wilayah perkotaan dengan bangku yang kuat, guru yang memadai, serta berbagai sarana dan prasarana yang memadai.

Itu hanyalah impian yang besar bagi anak di sekolah pedalaman. Hanya kata syukur yang dapat di panjatkannya ketika ada guru yang mampu memberikan pengetahuan kepada mereka. Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap mereka? Apakah kita hanya diam membisu dan menutup sebelah mata terhadap saudara atau adik kita yang berada di sana sedangkan kita dengan bangganya menikmati segala kemewahan yang ada dalam menuntut ilmu. Saat ini pemerintah harus lebih melihat ketimpangan pendidikan yang ada sekarang ini.

Kita juga harus menjadi penggerak perubahan terhadap pendidikan di negri ini dengan memberikan tenaga dan segala yang mampu kita berikan terhadap saudara kita agar pendidikan merata bukan hanya sekedar omong orang-orang yang berdasi disana tetapi dapat dirasakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Relawan Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) Angkatan 16
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar
Diberdayakan oleh Blogger.