Ayo Berdonasi untuk Pendidikan

Semua manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk mengubah hidup orang lain. Memberi adalah salah satu kemampuan itu. Mari bersama-sama wujudkan mimpi adik-adik di sudut negeri untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

KLIK DISINI

 

Halo kakak-kakak, apa kabar semuanya? Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungannya. Aamiin.

Setelah melalui tahap wawancara calon relawan Sekolah Jejak Nusantara pada tanggal 26 Juli 2021, selanjutnya telah ditentukan kakak-kakak yang lolos dan akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu meet up II yang akan dilaksanakan tanggal 29 Juli 2021 dan akan melaksanakan pengabdian pada tanggal 5-8  Agustus 2021 yang bertempat di SD Buntu Lumu, Kelas Jauh SDN 107 Lagego, Kab.Luwu Timur Kec. Burau Desa Batu Putih Dusun Buntu Lumu.

Sudah siapkah kakak-kakak menginspirasi adik-adik di pelosok?

Bagi kakak-kakak yang ingin melihat hasil seleksi wawancara,  silahkan Klik Disini

#Darisudutnegerikitamenginspirasi

 


Hai kakak - kakak

Semoga tetap sehat di tengah pandemi ini. Aamiin

Pernah tidak kakak - kakak mencari tau tentang kondisi kualitas pendidikan kita yang ada di daerah kita khususnya di Bulukumba yang kita cintai ini?. Tahu tidak kalau saat ini di beberapa sekolah yang berada di pelosok Bulukumba itu kondisinya masih memprihatinkan padahal kita sudah berada di tahun 2021. Kalau kita melihat dari segi fasilitas itu sudah cukup memadai khususnya di sekolah negeri, tapi yang membuat prihatin adalah ketersediaan tenaga pendidik yang profesional yang minim dan kurangnya motivasi dari siswa untuk belajar lebih giat lagi. 

Salah satu sekolah yang pernah kami kunjungi dan akan kami jadikan sebagai sekolah binaan yakni SMPN SASATAP LIUKANG LOE dan SDN 170 LIUKANG LOE di Pulau Liukang Loe, Desa Bira, Kec. Bonto Bahari, Kab. Bulukumba. Yang berjarak kurang lebih 37 km dan memakan waktu kurang lebih 90 menit untuk sampai ke lokasi. 

Jika kakak penasaran dan merasa tergugah hatinya untuk memberi inspirasi ke adik - adik kita yang ada di sana, ayo bergabung dengan kami di Komunitas Koin Untuk Negeri Cabang Bulukumba dengan meluangkan waktu selama 4 hari mulai tanggal 12 - 15 Agustus 2021.

Buruan daftar dan ikut mengukir senyum adik - adik di Pulau Liukang Loe. 

Jangan lupa, pendaftarannya dibuka dari tanggal 12 - 31 Juli 2021.

👉 DAFTAR DISINI  👈

Jangan Lupa Twibbonnya Kakak-kakak

TWIBBON



SEJARA Angkatan XXIII

    Komunitas Koin Untuk Negeri (KUN) kembali mengadakan kegiatan yang bertajuk Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) yang bertempat di Dusun Moncongon, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungayya, Kab. Gowa Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, dimulai pada tanggal 3 sampai 6 Juni 2021. 

    SEJARA merupakan program kerja yang di bawahi oleh bidang program KUN. Selain untuk memberikan edukasi dan menjadi inspirasi bagi adik-adik di daerah pelosok, kegiatan ini juga diselenggarakan guna membina generasi muda dan meningkatan kualitas hidup melalui pendidikan. 

    Dari 30 relawan yang berangkatkan ke lokasi pengabdian, 10 di antaranya merupakan calon relawan yang berhasil lolos dari tahap awal sampai pada tahap ahkir penyeleksian.  

    Para relawan dibagi dan ditugaskan sebagai pengajar pada masing-masing kelas yang telah ditetapkan. Total ada  lima kelas yang disusun sebagai ruang pembelajaran bagi adik-adik Sekolah Dasar yang ada di Dusun Moncongan. Di antaranya adalah kelas alam, inspirasi, literasi, kreativitas dan kelas agama. Masing-masing kelas tersebut memiliki konsep dan fokus pembelajaran yang berbeda sebagaimana yang telah tercantum dalam kurikulum Sekolah Jejak Nusantara.

    Semua kelas dilaksanakan hanya pada hari Jumat dan Sabtu saja. Untuk kelas alam dan inspirasi, dilaksanakan pada hari Jumat, sedangkan kelas literasi, kreativitas dan agama dilaksanakan pada hari selanjutnya. Untuk memudahkan pelaksaanaan kegiatan, beberapa proses pembelajaran dilakukan di ruangan terbuka. Di samping itu, adik-adik juga merasa senang dan antusias ketika dalam proses pembelajaran, mereka dapat bermain juga sambil belajar. 

    Muh. Syaifullah Agit, selaku Koordinator bidang program KUN, mengaku sangat bahagia karena sekali lagi ia bisa melihat adik-adik di Dusun Moncongan dapat belajar dan tersenyum. Ia juga berharap agar para relawan KUN tetap semangat untuk mengajar dan menjadi inspirasi bagi adik-adik yang ada daerah pelosok.










Halo kakak-kakak... 

Apa kabar??? 

Semoga sehat dan sukses selalu. Tau tidak Kak jika saat ini dibeberapa pelosok sana kualitas pendidikan kita masih sangat memprihatinkan. Bukan hanya soal fasilitas yang masih jauh dari kata layak namun lebih dari itu ketersediaan tenaga pengajar yang masih sangat minim. 

Salah satu sekolah yang pernah kami kunjungi dan kami jadikan sekolah binaan yakni SD Buntu Lumu merupakan kelas jauh dari SDN 107 Lagego yang terletak di Dusun Buntu Lumu Desa Batu Putih Kec. Burau Kab. Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Sebuah sekolah yang berjarak kurang lebih 10 Kilometer dari Jalan Trans Sulawesi yang tak bisa dijangkau dengan kendaraan namun hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki kurang lebih 2 jam. Berselimut papan dan balok kayu yang sudah mulai lapuk, tanpa sekat yang menampung 18 siswa dalam 5 tingkatan yang berbeda yang dihandle oleh 2 orang guru.

Jika Kakak penasaran dan merasa ibah dengan kondisi pendidikan adik-adik disana, Yuk luangkan waktu untuk bisa mengunjungi mereka selama 4 hari pada tanggal 11-14 Maret 2021. Buruan daftar  mumpung KUN CABANG PALOPO membuka peluang dan kesempatan buat Kakak-Kakak..

Ingat yah pendaftaran hanya dibuka dari tanggal 21 - 27 Februari 2021.

👉 DAFTAR 👈


Saya Nurul Resky biasa dipanggil Nurul atau Resky. Saya lahir di kKabupaten Bulukumba tepatnya pada tanggal 23 Oktober 1998. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas yang ada di kota Makassar. 

Pada tanggal 25 April 2019, saya menjadi relawan di salah satu program Komunitas Koin Untuk Negeri yaitu Sekolah Jejak Nusantara. Dimana komunitas ini memberangkatkan relawan sekali dalam sebulan ke lokasi pengabdian yang terletak di dusun Bara. 

Dusun Bara terletak di Desa Bontosomba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Untuk sampai di dusun Bara dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 4-5 jam dengan berjalan kaki. 

Sebenarnya kita juga bisa menggunakan sepeda motor untuk sampai ke dusun Bara, akan tetapi kita harus mempunyai keahlian yang lebih karena medan perjalanannya sangat sangat menantang bagi orang yang pertama kali ke sana. 

Dusun bara merupakan suatu perkampungan kecil yang sangat jauh dari perkotaan, di dusun ini kita tidak melihat pasar, listrik juga tidak ada bahkan jaringan untuk menelepon saja sangat susah. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, di dusun ini terdapat sekitar tujuh puluh KK dan penduduknya mayoritas beragama Islam. 

Akan tetapi realita yang terjadi pada saat waktu sholat,mesjid yang ada di dusun ini terlihat sangat sepi. Entahkah mereka yang sibuk bekerja ataukah memang tidak ada niat melangkahkan kaki untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. 

Berbicara masalah pendidikan, penduduk di dusun ini sangat tertinggal jauh dari pendidikan yang ada di perkotaan. Di dusun ini hanya terdapat satu bangunan sekolah yang terbagi dari TK, SD dan SMP yang menurut saya sangat jauh dari kata layak jika kita membandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di kota-kota besar. 

Sekolah ini dibangun atas inisiatif dari masyarakat setempat dan hanya memiliki satu orang guru. Tapi satu hal yang harus kalian ketahui, anak-anak yang ada di dusun Bara ini memiliki semangat yang sangat membara untuk menempuh pendidikan walaupun kondisi sekolah mereka sangat memprihatinkan. 

Banyak diantara mereka yang bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Alasannya hanya satu yaitu untuk mencerdasakan anak bangsa. Mereka ingin suatu hari nanti adik-adik mereka mendapatkan pendidikan yang layak. 

Di tempat ini saya bisa menemukan makna hidup yang sebenarnya, bahwa hidup adalah untuk berbagi. Suatu kesyukuran bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka. Dari sini saya belajar untuk tetap bersemangat dan senantiasa bersyukur atas apa yang Allah berikan pada saya.

Mari bergabung bersama kami di Komunitas Koin Untuk Negeri 
Dari Sudut Negeri Kita Menginspirasi

Nurul Resky
Relawan Sekolah Jejak Nusantara 
Diberdayakan oleh Blogger.