Ayo Berdonasi untuk Pendidikan

Semua manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk mengubah hidup orang lain. Memberi adalah salah satu kemampuan itu. Mari bersama-sama wujudkan mimpi adik-adik di sudut negeri untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

KLIK DISINI

 


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Halo kakak - kakak KUNers

        Komunitas Koin Untuk Negeri kembali Open Recruitment untuk kegiatan Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) Angkatan XXXV. SEJARA ini dibentuk atas dasar kepedulian terhadap kondisi pendidikan adik - adik yang berada di daerah terpencil dan terpinggirkan. Kali ini lokasi pengabdian kakak - kakak KUNers berada di SD INPRES MANGEMPANG yang terletak di Dusun Datara, Desa Mangempang, Kec. Bungaya, Kab. Gowa Untuk mengakses sekolah ini kita harus menempuh jalan yang sedikit menguras tenaga, juga fasilitas gedung sekolah yang masih terbatas dan tidak memiliki guru layaknya guru kita saat bersekolah dahulu, itulah menjadi faktor yang menghambat adik - adik untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.

    Untuk mendapatkan pendidikan yang layak, adik - adik yang berada di SD Inpres Mangempang sangat mengharapkan keikutsertaan kakak-kakak semua!. Yuk bergabung dengan kami, mengukir senyum, menciptakan kebahagiaan, serta menginspirasi adik - adik dengan berperan sebagai Relawan Pendidikan Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) Angkatan XXXV, waktu pendaftarannya akan di mulai dari tanggal 16 - 23 April 2024. Sampai bertemu di lokasi kakak - kakak KUNers!!!

                                 👉LINK PENDAFTARAN CAREL SEJARA XXXV

Dapatkan Twibbon SEJARA XXXV dan Tutorial Menggunakannya Melalui Link di bawah
                                                👇
                                      LINK TWIBBON CAREL SEJARA XXXV

                                       KERINGAT DAN SENYUMAN
                                        Penulis: Muh Fikri

 

 Cerita singkat pengalaman menjadi Relawan pendidikan dipelosok.

 Siang berganti malam, perjalanan jauh dari pusat kota menuju pelosok desa yang berada di

pucuk gunung Dusun Buntu Lumu, Desa Batu Putih, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu

Timur. Sekolah kelas jauh yang berada diatas puncak gunung yang menjadi tempat pengabdian

SEJARA Komunitas Koin Untuk Negeri Cabang Palopo. Sekolah yang jauh dari kata layak

untuk digunakan, bangunan kecil yang terdiri dari 2-3 ruangan yang dipetak-petakan. hanya

terbuat dari papan kayu yang sudah lapuk termakan usia dan hanya berlantaikan tanah merah.

Sekolah yang belum tersentuh fasilitas sarana dan prasarana yang layak. Disekolah ini

terdapat beberapa anak penerus bangsa yang mengeyam pendidikan dengan penuh ceria dan

semangat dengan fasilitas pendidikan seadanya. Namun dibalik senyuman yang indah itu

mereka harus menempuh perjalanan jauh melalui hutan lebat dan juga jurang, lokasi

pemukiman warga yang cukup jauh dari sekolah membuat mereka harus berjalan kaki dijalan

setapak yang licin dan terjal sehingga diantara anak-anak ini pun masih ada yang hanya

mengenakan sendal bahkan tanpa alas kaki untuk kesekolah. Seberangkatnya kami para

relawan dan anak-anak SD menuju sekolah terdapat perbedaan yang mencolok yaitu

KERINGAT yang mengucur dan SENYUMAN yang membuat hati seakan berfikir “dibalik

keluh kesah kita yang mengeyam pendidikan di kota terdapat perjuangan dari anak kecil yang

begitu semangat ingin merasakan pendidikan dipelosok desa”. Setibanya disekolah lokasi

pengabdian lelah, letih, lesuh seakan terbayarkan ketika melihat anak-anak SD Buntu Lumu

begitu semangat dan ceria ketika berada disekolah.

Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri,

bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya Ki

Hadjar Dewantara.

#DARISUDUTNEGERIKITAMENGINSPIRASI


 

“Insan Penginspiratif Anak Bangsa”

Sebuah Refleksi oleh Kak Raka - SEJARA XXXII

Orang berilmu pengetahuan ibarat gula yang mengundang banyak semut. Dia menjadi cahaya bagi diri dan sekelilingnya. - Abdullah Gymnastiar

Insan yang paling mulia adalah insan yang berilmu dan dapat mengajarkan ilmunya kepada orang lain dan Manusia adalah makhluk yang sangat mulia karena pikiran dan pengetahuannya. Tak terpungkiri bahwa pendidikan adalah hal yang sangat esensial dalam perkembangan dan kemajuan bangsa. Tanpa pendidikan yang layak, dapat dipastikan bangsa tersebut tidak akan maju dampak kualitas SDM yang buruk.

Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) merupakan bentuk dari kepedulian teman-teman Komunitas Koin Untuk Negeri terhadap perkembangan pendidikan di pelosok negeri. Adik-adik yang jauh dari hiruk pikuk kota dan jauh dari perkembangan teknologi sangat membutuhkan kehadiran kakak-kakak relawan yang peduli terhadap kemajuan pendidikan mereka. 

Saya sangat berterima kasih kepada Komunitas Koin untuk Negeri yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik karena telah mewadahi para pemuda-pemudi yang bersedia untuk menjadi relawan yang sangat banyak memberikan pengalaman yang tak terbayarkan bagi kami para relawan SEJARA. Pun, saya memberikan apresisasi sebesar-besarnya terhadap relawan angkatan Selalu Bersama (SALMA)-angkatan XXXII dan kelas Inspirasi yang telah membersamai saya dalam menjalankan kegiatan yang luar biasa ini.


         Gambar 1. SEJARA ANGKATAN XXXII

Sekolah Jejak Nusantara merupakan kegiatan relawan mengajar pertama kali yang saya ikuti dan rasakan besar manfaatnya. Banyak hal yang dapat saya petik dari setiap prosesnya. Mulai dari proses pembentukan rancangan pembelajaran, pemberangkatan sampai sukses terlaksananya Kelas Inspirasi. Ternyata menjadi insan yang peduli terhadap manusia yang lain adalah aktivitas yang sangat menyenangkan. Melihat senyum dari adik-adik mendapatkan ruang  yang membawa saya untuk kembali mengingatkan akan masa kecil saya dahulu. Diusia kanak-kanak (5-11 tahun) merupakan fase dimana bermain adalah aktivitas yang paling menyenangkan dan sangat mudah untuk mengingat kenangan-kenangan yang menyenangkan tersebut. Disitulah para relawan SEJARA hadir dan membersamai adik-adik untuk menginspirasi adik-adik melalui aktivitas-aktivitas yang menarik dan menyenangkan. 

        Saya yakin dan percaya bahwa SEJARA akan membawa pengaruh dan dampak besar bagi masa depan Bangsa Indonesia. Pun dengan para relawan yang telah mengabdikan dirinya untuk menjadi relawan mengajar akan mendapatkan banyak pengalaman berharga dan juga amal ibadah yang berlimpah dari Tuhan YME. Aamiin..

#DariSudutNegeriKitaMenginspirasi

 





    Pendidikan adalah kebutuhan untuk setiap manusia, karena pendidikan itu sendiri menyangkut kebutuhan akan masa depan yang lebih baik. Di Indonesia masalah pemerataan pendidikan masih menjadi salah satu masalah yang serius yang ada di Indonesia, terutama dari segi sarana belajar mengajar dan perekonomian beberapa warga di pedalaman yang kurang mampu serta kurang terekspose, menjadikan angka siswa putus sekolah seringkali melonjak di daerah pelosok negeri. Belum lagi dengan lokasi sekolah yang sulit diakses menjadi faktor “pelengkap”, kurangnya minat siswa di pedalaman untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

        Atas dasar permasalahan inilah yang mendorong kami, Tim Ekspedisi Komunitas Koin untuk Negeri, mencoba untuk menjelajahi pedalaman untuk kesekian kalinya, mencoba untuk menemukan sekolah-sekolah “tersembunyi” sembari membawa amanah berupa donasi perlengkapan sekolah, hasil sumbangan dari donatur dermawan kami pada setiap sesi agenda “Tunjuk Satu Koin” yang rutin kami adakan setiap bulannya. 


    Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023, Tim Ekspedisi Komunitas Koin untuk Negeri, melakukan perjalanan yang cukup panjang menuju Desa Bonto Somba, Kec. Tompobulu, Kab. Maros. Perjalanan kami kali ini diawaki oleh Kak Heru, Kak Rahim, Kak Key, Kak Ari, Kak Fahrul, dan saya sendiri, Kak Tom, menyusuri perjalanan sejauh hampir 60 Km menggunakan sepeda motor selama hampir 2 jam menuju lokasi sekolah. Adapun perjalanan kami ditemani pula oleh bapak Kepala Sekolah SD 246 Bonto Somba, yang sebelumnya telah kami kontak via telepon untuk membantu mendampingi menuju lokasi.

 
    Perjalanan dimulai pada pukul 08.00 WITA, Tim berangkat dari kediaman masingmasing menuju ke lokasi kumpul yang telah ditentukan sebelumnya yaitu simpang tiga jalan dekat Markas Yon Zippur di daerah Kec. Moncongloe, Maros. Setelah tim berkumpul, kami melanjutkan perjalanan dan saat tiba di sebelum Desa Pucak, Kec. Tompobulu, kami bertemu dengan Pak Kepala Sekolah, yang kemudian mengantarkan kami hingga sampai di lokasi sekolah. Kontur jalan yang kami lewati cukup bervariatif yang mana diawal perjalanan, kami masih bisa “menikmati” jalan beton yang cukup bagus, namun menjelang 5 Km sebelum sampai di sekolah, kami harus menghadapi jalan tanah berdebu dengan medan pegunungan yang cukup menantang. Namun hal ini dibayarkan oleh panorama alam desa Bonto Somba yang asri menawan menyegarkan mata.
    

        Tak terasa setelah perjalanan melewati jalan tanah nan berdebu selama 30 menit, kami tiba di lokasi tujuan akhir kami, SD 246 Bonto Somba. Setelah perkenalan singkat sembari meminta izin dari para guru untuk “mengambil alih” kelas sementara waktu, kami pun menuju ke ruang kelas yang ditentukan. Begitu masuk kedalam tampak siswa telah duduk rapi menanti, beberapa seperti memasang tatapan sedikit “menyelidik” kepada kami. Tim kami segera menyadari hal itu dan dengan sigap mulai mencairkan suasana seraya melakukan perkenalan dengan adik-adik siswa, plus beberapa ice breaking seru. Benar saja, tak perlu waktu lama bagi kami untuk bisa akrab dan mengajak seluruh siswa bermain sambil belajar bersama. Waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa kami telah membersamai adik-adik siswa selama lebih dari 1 jam. Di akhir sesi belajar mengajar, tim ekspedisi KUN membagikan donasi perlengkapan belajar berupa tas sekolah beserta alat tulis kepada seluruh siswa yang mengikuti kelas dan selanjutnya kami melakukan foto bersama siswa dan dewan guru.

        Setelah itu, kami melanjutkan diskusi dengan pak kepala sekolah beserta beberapa guru perihal latar belakang sekolah dan hal-hal lain yang kami butuhkan untuk menjadi base data kami mengenai sekolah yang kami kunjungi. Sambil menikmati kopi dan teh hangat yang disuguhkan, pak kepala sekolah berbagi cerita tentang sejarah sekolah yang dibangun pada tahun 2000an tersebut. Selain itu, kami juga berbagi pandangan dan pengalaman mengenai kemajuan pendidikan khususnya di wilayah pedalaman kabupaten maros, sambil juga memperkenalkan komunitas Koin untuk Negeri serta scope dari komunitas kami yaitu memajukan pendidikan di pedalaman.

        Momen diskusi selama hampir 1 jam itu penuh kehangatan, sehangat kopi dan teh yang disuguhkan kepada kami, namun harus diakhiri mengingat waktu sudah menunjukkan jam pulang sekolah. Setelah berpamitan, kami pun berangkat pulang kembali ke Kota Makassar. Di tengah perjalanan, kami menyempatkan diri untuk singgah di sungai pattiro, yaitu salah satu “Hidden Gem” yang ada di pedalaman Kabupaten Maros, untuk melepas lelah sambil menyegarkan diri dengan berenang ditemani oleh adik-adik yang merupakan warga lokal di desa yang tak jauh dari sungai tersebut, serta menjadi penutup dari perjalanan ekspedisi kami kali ini. Banyak hal-hal baru yang kami dapatkan, seperti sebuah perspektif dari guru-guru yang ditugaskan untuk “mengawal” tugas mulia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dari balik keterbatasannya di pedalaman, mengingatkan kita untuk selalu senantiasa bersyukur dan berbagi dengan segala kelebihan yang diberikan. Dan cerita ekspedisi kali ini akan selalu terkenang hingga jauh ke masa depan. Salam ekspeditor pelosok negeri, DARI SUDUT NEGERI, KITA MENGINSPIRASI.





Banyak cara mengartikan sebuah perjalanan, banyak cara memaknai sebuah petualangan Seperti yang teman-teman lakukan pada tanggal 30 Juli kemarin, melaksankan kegiatan penyaluran donasi ke pelosok yang bertempat di salah satu daerah Kab Gowa, tepatnya di Dusun Bulo-Bulo Desa Rannaloe Kec. Bungaya. Tim kami berjumlah 4 orang yang terjun langsung ke lokasi dalam misi penyaluran berupa donasi tas sekolah kepada anak-anak di sana, total ada 24 buah tas yang teman-teman salurkan ke 24 orang anak yang membutuhkan, kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian teman-teman Komunitas Koin Untuk Negeri terhadap pendidikan di Indonesia khususnya yang berada di pelosok, meskipun hanya sebuah gerakan kecil semoga selalu menjadi manfaat bagi anak-anak di sana.

Dari Sudut Negeri Kita Menginspirasi

 


     BUNTU LUMU SURGA YANG TERSEMBUNYI

proses mengajar di luar kelas di Dusun Buntu Lumu, desa Batu Putih, Kec. Burau Kab. Luwu timur Prov. Sulawesi Selatan.

Namaku Indra Asmadi, KUN adalah komunitas yang membawaku sampai ditempat ini, SD Buntu Lumu tepatnya di Dusun Buntu Lumu, desa Batu Putih, Kec. Burau Kab. Luwu timur Prov. Sulawesi Selatan. Bukan pilihan muda untukku mengikuti kegiatan sekolah jejak nusantara (SEJARA) yang diadakan komunitas ini karena saya harus mengorbankan waktu dan tenaga serta meninggalkan pekerjaan dan rutinitas lainku dikota. Menyesal? Tentu tidak, ini adalah bagian dari mimpiku bertemu dengan anak-anak pelosok negeri untuk berbagi literasi.

Buntu Lumu, sebuah tempat yang minim mendapat sentuhan pembangunan, listrik terbatas, sinyal telpon sulit, bahkan jalanpun tidak beraspal. Meskipun demikian, pendidikan tetap harus menjadi prioritas bagi siapapun yang sudah masuk kedalamnya, meski harus merasakan kisah getir di setiap harinya.

Rasa cinta yang besar membawaku mengabdi dipelosok negeri, ya.. Aku ingin memanfaatkan usia mudaku agar memiliki arti Karena bagiku masa muda hanya sekali dan tua itu tak pasti. Mereka adalah alasan saya tetap bertahan mengabdikan diri selama beberapa hari, yah... mereka anak-anak pelosok negeri di Buntu Lumu, yang tak menyerah pada kondisi, mereka yang berjuang untuk masa depan, mereka yang kesehariannya jauh berbeda dengan anak-anak dikota, sungguh perjuangan yang sama sekali tidak dirasakan anak-anak diperkotaan.

Selama pengabdian, ada banyak pelajaran yang saya jumpai dari anak-anak pelosok ini, Siswa di Buntu Lumu itu tidak cukup berjuang pergi dan pulang sekolah yang setiap hari melewati jalan setapak yang kiri kananya jurang dan dikelilingi hutan yang lebat, tapi juga sekolah yang jauh dari kata layak, atap yang bocor, bangunan yang masih menggunakan kayu, bahkan kayu yang digunakan sebagian dimakan rayap.

Menggunakan alas kaki seadanya, bahkan kadang dengan kaki telanjang, kadang juga bertemu dengan hewan buas yang tentunya setiap saat mengancam keselamatan mereka. Belajar dengan fasilitas yang sangat tidak layak, sekolahnya yang beralaskan tanah, ruangan dan guru yang terbatas yang mengharuskan mereka belajar bergantian, kadang juga digabung dan atap yang tak sanggup lagi menahan air hajan ketika hujan yang menyebabkan seluruh ruangan dan fasilitas lainnya terendam. Tapi itu semua tidak menghalangi semangat mereka untuk tetap belajar.

Senyum dan semangat mereka yang membuat saya meneteskan air mata tanpa sengaja. Di tengah keterbatasan, mereka masih bisa tersenyum dengan ikhlas, di Buntu Lumu aku melihat sekeping surga yang tersembunyi yang jika kulihat terasa getar di hati dan rasa tenang yang tidak pernah terlupakan, Sungguh kebahagiaan ini sangat nyata.

 

Buntu Lumu, surga yang tersembunyi.

Se you next time....

 

Penyaluran donasi di MIS GUPPI BORONGBUAH, DUSUN BORONGBUAH, DESA RANNALOE, KAB. GOWA telah dilakukan pada Sabtu, 21 Mei 2023. Sebanyak 4 relawan terjun ke lokasi mewakili komunitas untuk memberikan senyuman di wajah adik-adik di sana, donasi tas yang diberikan kepada 30 adik-adik yang merupakan hasil dari patungan celengan yang dikemas dalam program Tunjuk Satu Koin (TSK). Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait. Terutama para donatur yang tergabung dalam program TSK.

Bagi teman-teman, sahabat, maupun keluarga. Yuk gabung bersama kami, silahkan siapkan celengan terbaik Anda bulan ini untuk ikut serta memberikan senyum hangat untuk adik-adik di lokasi penyaluran berikutnya.
 ☺️👌🏻
#darisudutnegerikitamenginspirasi #komunitaskoinuntuknegeri #komunitasmakassar 
Diberdayakan oleh Blogger.