Ayo Berdonasi untuk Pendidikan

Semua manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk mengubah hidup orang lain. Memberi adalah salah satu kemampuan itu. Mari bersama-sama wujudkan mimpi adik-adik di sudut negeri untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

KLIK DISINI

 


Hai kakak - kakak

Semoga tetap sehat di tengah pandemi ini. Aamiin

Pernah tidak kakak - kakak mencari tau tentang kondisi kualitas pendidikan kita yang ada di daerah kita khususnya di Bulukumba yang kita cintai ini?. Tahu tidak kalau saat ini di beberapa sekolah yang berada di pelosok Bulukumba itu kondisinya masih memprihatinkan padahal kita sudah berada di tahun 2021. Kalau kita melihat dari segi fasilitas itu sudah cukup memadai khususnya di sekolah negeri, tapi yang membuat prihatin adalah ketersediaan tenaga pendidik yang profesional yang minim dan kurangnya motivasi dari siswa untuk belajar lebih giat lagi. 

Salah satu sekolah yang pernah kami kunjungi dan akan kami jadikan sebagai sekolah binaan yakni SMPN SASATAP LIUKANG LOE dan SDN 170 LIUKANG LOE di Pulau Liukang Loe, Desa Bira, Kec. Bonto Bahari, Kab. Bulukumba. Yang berjarak kurang lebih 37 km dan memakan waktu kurang lebih 90 menit untuk sampai ke lokasi. 

Jika kakak penasaran dan merasa tergugah hatinya untuk memberi inspirasi ke adik - adik kita yang ada di sana, ayo bergabung dengan kami di Komunitas Koin Untuk Negeri Cabang Bulukumba dengan meluangkan waktu selama 4 hari mulai tanggal 05 - 07 November 2021.

Buruan daftar dan ikut mengukir senyum adik - adik di Pulau Liukang Loe. 

Jangan lupa, pendaftarannya dibuka dari tanggal 12 - 26 Oktober 2021.

👉 DAFTAR DISINI  👈

Jangan Lupa Twibbonnya Kakak-kakak


SEJARA Angkatan XXIII

    Komunitas Koin Untuk Negeri (KUN) kembali mengadakan kegiatan yang bertajuk Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) yang bertempat di Dusun Moncongon, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungayya, Kab. Gowa Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, dimulai pada tanggal 3 sampai 6 Juni 2021. 

    SEJARA merupakan program kerja yang di bawahi oleh bidang program KUN. Selain untuk memberikan edukasi dan menjadi inspirasi bagi adik-adik di daerah pelosok, kegiatan ini juga diselenggarakan guna membina generasi muda dan meningkatan kualitas hidup melalui pendidikan. 

    Dari 30 relawan yang berangkatkan ke lokasi pengabdian, 10 di antaranya merupakan calon relawan yang berhasil lolos dari tahap awal sampai pada tahap ahkir penyeleksian.  

    Para relawan dibagi dan ditugaskan sebagai pengajar pada masing-masing kelas yang telah ditetapkan. Total ada  lima kelas yang disusun sebagai ruang pembelajaran bagi adik-adik Sekolah Dasar yang ada di Dusun Moncongan. Di antaranya adalah kelas alam, inspirasi, literasi, kreativitas dan kelas agama. Masing-masing kelas tersebut memiliki konsep dan fokus pembelajaran yang berbeda sebagaimana yang telah tercantum dalam kurikulum Sekolah Jejak Nusantara.

    Semua kelas dilaksanakan hanya pada hari Jumat dan Sabtu saja. Untuk kelas alam dan inspirasi, dilaksanakan pada hari Jumat, sedangkan kelas literasi, kreativitas dan agama dilaksanakan pada hari selanjutnya. Untuk memudahkan pelaksaanaan kegiatan, beberapa proses pembelajaran dilakukan di ruangan terbuka. Di samping itu, adik-adik juga merasa senang dan antusias ketika dalam proses pembelajaran, mereka dapat bermain juga sambil belajar. 

    Muh. Syaifullah Agit, selaku Koordinator bidang program KUN, mengaku sangat bahagia karena sekali lagi ia bisa melihat adik-adik di Dusun Moncongan dapat belajar dan tersenyum. Ia juga berharap agar para relawan KUN tetap semangat untuk mengajar dan menjadi inspirasi bagi adik-adik yang ada daerah pelosok.









Saya Nurul Resky biasa dipanggil Nurul atau Resky. Saya lahir di kKabupaten Bulukumba tepatnya pada tanggal 23 Oktober 1998. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas yang ada di kota Makassar. 

Pada tanggal 25 April 2019, saya menjadi relawan di salah satu program Komunitas Koin Untuk Negeri yaitu Sekolah Jejak Nusantara. Dimana komunitas ini memberangkatkan relawan sekali dalam sebulan ke lokasi pengabdian yang terletak di dusun Bara. 

Dusun Bara terletak di Desa Bontosomba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Untuk sampai di dusun Bara dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 4-5 jam dengan berjalan kaki. 

Sebenarnya kita juga bisa menggunakan sepeda motor untuk sampai ke dusun Bara, akan tetapi kita harus mempunyai keahlian yang lebih karena medan perjalanannya sangat sangat menantang bagi orang yang pertama kali ke sana. 

Dusun bara merupakan suatu perkampungan kecil yang sangat jauh dari perkotaan, di dusun ini kita tidak melihat pasar, listrik juga tidak ada bahkan jaringan untuk menelepon saja sangat susah. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, di dusun ini terdapat sekitar tujuh puluh KK dan penduduknya mayoritas beragama Islam. 

Akan tetapi realita yang terjadi pada saat waktu sholat,mesjid yang ada di dusun ini terlihat sangat sepi. Entahkah mereka yang sibuk bekerja ataukah memang tidak ada niat melangkahkan kaki untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. 

Berbicara masalah pendidikan, penduduk di dusun ini sangat tertinggal jauh dari pendidikan yang ada di perkotaan. Di dusun ini hanya terdapat satu bangunan sekolah yang terbagi dari TK, SD dan SMP yang menurut saya sangat jauh dari kata layak jika kita membandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di kota-kota besar. 

Sekolah ini dibangun atas inisiatif dari masyarakat setempat dan hanya memiliki satu orang guru. Tapi satu hal yang harus kalian ketahui, anak-anak yang ada di dusun Bara ini memiliki semangat yang sangat membara untuk menempuh pendidikan walaupun kondisi sekolah mereka sangat memprihatinkan. 

Banyak diantara mereka yang bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Alasannya hanya satu yaitu untuk mencerdasakan anak bangsa. Mereka ingin suatu hari nanti adik-adik mereka mendapatkan pendidikan yang layak. 

Di tempat ini saya bisa menemukan makna hidup yang sebenarnya, bahwa hidup adalah untuk berbagi. Suatu kesyukuran bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka. Dari sini saya belajar untuk tetap bersemangat dan senantiasa bersyukur atas apa yang Allah berikan pada saya.

Mari bergabung bersama kami di Komunitas Koin Untuk Negeri 
Dari Sudut Negeri Kita Menginspirasi

Nurul Resky
Relawan Sekolah Jejak Nusantara 


Wahai Ayahanda……
 
Pemimpin Negara ini 
Pernahkah Engkau melihat, merasakan dan memijakkan kakimu di tanah kelahiran saudara/saudaraku yang indah ini 
Di tanah ini mereka hidup nan damai 
Di tanah ini pula mereka meluapkan seluruh mimpi dan cita-citanya 

Wahai Ayahanda…….. 
Pernahkah Engkau melihat? 
Ketika pagi menjelang, Mereka berjalan beralaskan sandal seadanya 
Menyusuri jalan yang bagitu indah 
Jalan yang hanya beralaskan tanah dan bebatuan 

Ayah………… 
Mereka pergi dengan harapan yang begitu besar 
Untuk menuntut ilmu Mereka tak pernah berpikir, 
Tak pernah mengeluh Apakah jalannya bagus atau tidak? 

Apakah sekolahnya bagus atau tidak? 
Apakah gurunya ada atau tidak? 
Yang mereka tahu hanyalah menuntut ilmu
Untuk masa depan mereka 

Ayah……….. 
Mereka tak pernah berharap lebih dariMu 
Cukup Engkau berikan mereka kesempatan yang sama seperti saudara/saudariku di perkotaan 

Ayah……….. 
Ayahandaku yang tercinta 
Pemimpin Negara yang indah ini 
Ku titipkan salam rindu, 

Salam cinta, 
Salam hangat, dari saudara/saudariku yang nan jauh di sana

Nur Hidayatullah
Relawan Sekolah Jejak Nusantara


Siang itu,,, 
Kami berkumpul, meluruskan niat disertakan doa 
Melangkah dengan penuh semangat di bawah terik matahari 
Senda gurauan para kakak relawan membuatku cekikan 
Sampai batas nafas kami tak beraturan 

Batu besar di bawah pepohonan rindang jadi awal peristirahatan kami 
Air putih yang menyejukkan tubuh kami pun menjadi pendamping yang setia bagi kami selama perjalanan 
Di sekeliling kami terbentang luas ciptaan Allah,,, 

Alam yang tidak tersentuh sedikit pun oleh manusia 
Menjadi pemandangan yang begitu indah di mata 
Bukit teletubies menjadi tempat favorit istirahat kami Sawah terbentang luas,,,, 
Gunung menjulang tinggi nampak dekat dengan kami 
Menjelang matahari terbenam kami melanjutkan perjalan menyusuri hutan 

Bersenjatakan senter hp yang menjadi cahaya penunjuk langkah kami 
Suasana semakin terasa menegangkan Angin yang kencang 
Suara gonggonan anjing 
Sayup-sayup kami mendengar suara kerumunan orang desa Hanya kami... 

Cahaya rembulan pun turut serta menemani langkah kami hingga sebuah gedung kecil nampak di pandangan kami 
Peluh keringat semakin membasahi tubuh ini,,, disertakan nafas yang terengah-engah 
Mencoba melanjutkan kembali langkah sembari berharap selamat sampai di tujuan kami... 
Dan kami pun di sambut suara gonggonan anjing 
Gelap seperti tak berpenghuni 

Menghentikan langkah sebentar agar bersihkan niat lagi sebelum memasuki desa ini... Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh desa Tompobulu dusun Bara 
Malam semakin larut dalam kesunyian,,, 
Sebuah rumah panggung menjadi tempat menginap kami 
Beralaskan tikar kami tertidur pulas 

Pagi,,, 
Cuaca dingin dikarenakan angin begitu kencang 
Tetap membuat kami bersemangat berolahraga,,, senam 
Makan seadanya,,, ditambah teh hangat sebagai pendamping 
Pengganjal perut kami untuk berjalan ke sekolah yang ternyata jaraknya cukup jauh,,, 

Jalan berbatu mendaki dan menurun membuat kami tersentak-sentak 
Tetapi terdengar sayup-sayup suara anak kecil tertawa sambil bermain 
Membuatku dan kawan-kawan lainnya terenyuh 
Melihat mereka yang begitu semangat 
Sebagian berpakaian sekolah sebagian pula berbaju biasa 

Kulangkahkan kaki memasuki sekolah mereka dan membuatku seakan jatuh tersungkur ke tanah betapa kurang bersyukur diriku selama ini 
Mereka yang masih semangat bersekolah ditengah kurangnya fasilitas pendidikan di desa 
Membuatku tersadar akan egoisnya hati tatkala meronta-ronta di hadapan orang tua saat tidak terpenuhi 1 hal saja dari kebutuhan sekolah ku dulu,,, 

Menangis hati ini,,, 
Sekolah yang hanya satu gedung berdindingkan papan kayu yang mulai lapuk 
Di dalam terbagi 3 bagian yang berbataskan triplex 
Sungguh aku malu, sedih dan tertampar keras 
Akankah mereka diberikan fasilitas yang layak Itu yang terlintas dibenakku 
Sungguh saat yang dinanti pun datang,,, 

Ilmu yang selama ini kuhafal ternyata Allah berikan kesempatan untuk kubagi ke mereka 
Bermodalkan media kertas yang dibagi pada kakak relawan 
Kubersungguh-sungguh ingin membuatnya tahu walau hanya 1 kata yang terlontar dari bibirku 
Bermain, tertawa ria bersama, memperhatikan kakak relawan lain menjelaskan senang rasanya 
Beribu belas kasih tak cukup jua jikalau rasa semangat hilang dari diri adik-adik 
Kelak sejuta impian yang kalian cita-citakan dapat terwujud 
Membanggakan kedua orang tua dan senangtiasa bersyukur atas rahmat yang Allah berikan pada kalian adik-adikku 

Tidak puas rasanya diri ini hanya bertatap muka dengan mereka beberapa hari saja 
Akan kusisipkan selalu kalian di dalam doa yang kupanjatkan pada Rabb Agar kalian sukses di masa mendatang,,, 
Membangkitkan kembali desa Bara terutama pendidikan anak-anak disana Yah jika besar nanti adik-adikku kembali ke kampung kalian dan harumkan namanya,,, 

Itu doaku yang akan selalu kupanjatkan buat kalian.....

Nurfadillah Sunusi
Relawan Sekolah Jejak Nusantara
Diberdayakan oleh Blogger.