Haloo, sobat KUNers! Berjumpa kembali bersama MinKUN👋🤩
MinKUN kembali memberikan sajian refleksi yang ditulis oleh salah satu relawan dari SEJARA XLII kak Faizah. Refleksi adalah segelintir perjalanan serta pengalaman mengenai kegiatan Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA) yang dituangkan melalui media tulisan oleh para relawan SEJARA.
Beragam jenis kisah mulai dari ulasan bersifat bahagia, haru, lucu, unik, dan berbagai jenis cerita lainnya dituangkan sebebas mungkin berdasarkan pengalaman mengikuti kegiatan SEJARA dari kakak-kakak relawan. Tanpa banyak basa-basi lagi, mari simak bersama uraian refleksi berikut ini :
“More Than a Journey”Tentang Langkah Kecil dan Makna yang Ditemukan Oleh: Kak Faizah Dokumentasi pribadi milik Komunitas Koin untuk Negeri
Saya tidak pernah menyangka bahwa ajakan sederhana dari seorang teman bisa membawa saya pada pengalaman yang begitu berharga dan membekas sampai sekarang. Awalnya, saya hanya diajak untuk ikut kegiatan volunteer bersama Komunitas Koin Untuk Negeri melalui program SEJARA. Jujur saja, sejak lama saya memang penasaran dengan kegiatan-kegiatan relawan seperti itu, apalagi yang bergerak di bidang pendidikan.
Sebagai mahasiswa di jurusan pendidikan, kegiatan seperti ini terasa sangat dekat dengan apa yang saya pelajari selama ini. Dalam pikiran saya, mungkin ini bisa menjadi tempat untuk menambah pengalaman, belajar langsung di lapangan, sekaligus melihat bagaimana kondisi pendidikan di daerah yang belum banyak tersentuh. Karena rasa penasaran itu, saya mulai mencari tahu tentang Komunitas Koin Untuk Negeri lewat media sosialnya. Saya melihat dokumentasi kegiatan mereka, cerita para relawan, dan bagaimana mereka berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di pelosok negeri. Dari situlah rasa tertarik saya semakin besar.
Akhirnya, saya memberanikan diri untuk mendaftar. Dan Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos menjadi bagian dari SEJARA. Sebuah hal yang awalnya hanya berangkat dari rasa penasaran, ternyata menjadi awal dari perjalanan yang begitu bermakna bagi saya. Setelah melalui proses pendaftaran dan dinyatakan lolos menjadi bagian dari SEJARA, perjalanan kami menuju lokasi pengabdian akhirnya dimulai. Perjalanan itu menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi saya.
Kami harus tracking bersama melewati jalanan yang licin, menanjak, dan cukup menantang. Beberapa kali kami hampir terpeleset, kelelahan, bahkan harus berhenti sejenak untuk mengatur napas. Tetapi di balik semua itu, perjalanan terasa sangat seru karena kami melewatinya bersama-sama. Tawa dan candaan selama di perjalanan membuat rasa lelah seperti tidak terlalu terasa. Dari situ saya sadar, bahwa kebersamaan memang bisa membuat perjalanan yang sulit terasa jauh lebih ringan.
Sesampainya di lokasi, rasa lelah kami perlahan tergantikan oleh sambutan hangat dari masyarakat dan terutama anak-anak di sana. Wajah mereka penuh rasa penasaran dan semangat yang begitu tulus. Di kegiatan ini, saya mendapat bagian di kelas agama. Awalnya saya sempat merasa gugup dan bertanya-tanya apakah saya bisa mengajar dengan baik. Namun, ketika mulai berinteraksi dengan anak-anak, semua rasa takut itu perlahan hilang.
Antusias mereka saat belajar benar-benar membuat saya kagum. Mereka aktif bertanya, memperhatikan dengan serius, dan begitu semangat mengikuti setiap kegiatan. Rasa ingin tahu mereka yang besar justru membuat kami sebagai relawan ikut semakin bersemangat untuk mengajar dan berbagi bersama mereka. Dari mata mereka, saya melihat bahwa pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang harapan dan mimpi yang ingin mereka capai di masa depan.
Pengalaman ini membuat saya belajar banyak hal. Saya belajar bahwa menjadi relawan bukan hanya tentang datang untuk mengajar, tetapi juga tentang belajar memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Saya juga jadi sadar bahwa ternyata masih banyak anak-anak hebat di pelosok negeri yang memiliki semangat belajar luar biasa, tetapi masih membutuhkan pendidikan yang layak dan perhatian yang lebih besar. Dan mungkin benar, terkadang kita harus pergi lebih jauh untuk bisa lebih bersyukur atas hal-hal sederhana yang selama ini kita miliki.
Terima kasih untuk teman saya yang sudah mengajak saya ikut dalam perjalanan ini. Terima kasih juga kepada Komunitas Koin Untuk Negeri, teman-teman relawan, para guru, dan terutama adik-adik hebat di sana yang telah memberikan pengalaman pertama yang begitu hangat dan penuh makna. Saya pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi juga membawa pelajaran hidup yang akan selalu saya ingat.
Salam Hangat,
Nur Faizah Yusuf
#SekolahJejakNusantara
#DariSudutNegeriKitaMenginspirasi
