Ayo Berdonasi untuk Pendidikan

Semua manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk mengubah hidup orang lain. Memberi adalah salah satu kemampuan itu. Mari bersama-sama wujudkan mimpi adik-adik di sudut negeri untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

KLIK DISINI

Muh. Ali Afid
Musyawarah Keluarga (MUSKER) Koin Untuk Negeri telah selesai dan mengangkat Muh. Ali Afid menjadi nahkoda baru untuk periode 2019 s/d 2020. Kegiatan yang diadakan selama 2 hari di Rumah Adat Bone Benteng Sombaopu pada tanggal 26 Januari 2019 dihadiri oleh kurang lebih 40 relawan yang berasal dari kampus yang berbeda di Makassar. MUSKER kali ini memilih Muh. Ali Afid sebagai nahkoda baru setelah menggungguli 2 orang rekannya.

Kegiatan ini mengusung tema sekaligus tagline “ dari Koin, karena Kita, untuk Indonesia” dimana tema ini sudah identik dan pas untuk menggambarkan filosopi berdirinya komunitas. “ komunitas ini berawal dari sekeping koin yang terbingkai dalam program Tunjuk Satu Koin (TSK), dari koin yang tak dianggap yang kemudian dikumpulkan dari teman-teman yang tergabung sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu kepentingan pendidikan adik-adik” Tutur, Akbar Alimuddin yang merupakan pendiri dari komunitas ini.

 Jika dibandingkan dengan organisasi atau lembaga lain, MUSKER kali ini sangat berbeda, disamping waktunya yang sangat singkat juga sistem pemilihannya yang sangat unik. dalam MUSKER tidak memakai steering dan presidium sidang namun langsung dipandu oleh seorang moderator tetap menggunakan palu sidang untuk mengesahkan setiap keputusan. Laporan Pertanggung Jawaban pun sangat singkat karena hanya memakan waktu sekitar 1 jam, pembahasan konstitusi sekitar 1 jam dan proses pemilihan sekitar 1 jam.

Yang paling uniknya lagi karena sistem pemilihannya yang mungkin tidak pernah diperankan oleh organisasi dan lembaga manapun. Dimana pemilih tidak mengetahui calon sebelum masuk ke bilik untuk memilih. Menurut pendiri konsep ini memang sengaja di desain dan diterapkan untuk meminimalisir adanya politik intrest di dalamnya. Siapa yang memiliki banyak dukungan maka dia yang akan terpilih, disini tidak karena mereka tidak mengetahui berapa jumlah calon dan siapa saja yang menjadi calon sebelum mereka satu persatu masuk ke bilik untuk memilih.

Hal ini dimaksud untuk meminimalisir adanya konfik kepentingan. Namun pastinya calon yang yang suguhkan sudah merupakan hasil kualifikasi dari pendiri atau penasehat. Kedua, menurutnya waktu yang singkat memang perlu, agar kita tidak hanya sekedar menghabiskan waktu untuk membahas sesuatu yang tidak begitu penting seperti halnya mencari dan mengungkit kekurangan pengurus di masa lalu namun yang terpenting adalah bagaimana kita menghabiskan waktu lebih banyak untuk membahas sesuatu yang lebih produktif untuk komunitas kedepan. Seperti membedah program yang sudah ada. Tambah, Akbar.”

Kegiatan MUSKER kali ini ditutup dengan perayaan MILAD ketiga komunitas, sekaligus penyerahan cindramata dari pendiri kepada relawan yang dianggap telah berjasa selama 3 tahun mengawal dan mengembangkan komunitas.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.