Cerita Singkat di Desa Pangi
Halo kakak kakak semua, perkenalkan nama saya Ahmad Hisyam Rusydi kerap di sapa Hisyam. Langkah kaki yang membawa saya ke Desa Pangi,di Kecamatan Latimojong, bukan sekadar perjalanan menuju tempat yang jauh dari pusat keramaian. Ia adalah perjalanan menuju hakikat pendidikan yang sesungguhnya, yang tidak selalu terukur dari kelengkapan sarana, kemewahan ruang belajar, atau keramaian aktivitas, melainkan dari ketulusan hati yang saling menyapa,saling mengisi dan saling menguatkan. Sebagai bagian dari Komunitas Koin untuk Negeri Cabang Palopo, kami melaksanakan program SEJARA: Sekolah Jejak Nusantara, dengan niat sederhana untuk hadir, berbagi, dan menyalakan harapan. Namun yang sesungguhnya terjadi, adalah kami yang justru disambut,dipeluk, dan diberi pelajaran paling berharga oleh tanah dan anak-anak Desa Pangi.
Di sana, di tengah kesederhanaan yang menenangkan, aku menyadari bahwa pendidikan bukanlah kegiatan satu arah,di mana kami datang sebagai pemberi ilmu dan mereka hanya sebagai penerima yang pasif. Tidak demikian. Justru di sinilah saya paham: belajar adalah pertemuan jiwa. Ketika kami menyampaikan pengetahuan, mengajarkan tentang pancasila, menanamkan rasa bangga akan identitas dan mengajak mereka bermain mengenal huruf dsb, ternyata kami tidak sedang “mengajari” mereka semata. Kami sedang belajar dari mereka: tentang ketabahan yang tak pernah mengeluh, tentang semangat yang tak pudar meski jalan terjal,tentang keinginan tahu yang begitu murni tanpa diminta dan tentang senyum yang tetap bersinar meski keterbatasan menyapa setiap hari.
Adik adik Desa Pangi mengajarkan saya bahwa jarak bukan penghalang, keterpencilan bukan kutukan, dan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dimata mereka, terlihat bintang yang tak kalah terang dari bintang di kota besar. Di suara mereka yang berdoa dan berbicara tentang cita-cita, saya merasakan harapan yang sungguh-sungguh hidup. Hal ini menyadarkan saya betapa belum meratapnya keadilan pendidikan di negeri ini,bahwa masih banyak anak yang haus ilmu, yang siap berjuang, namun belum sepenuhnya disambut oleh kesempatan yang sama. Dan di sinilah letak panggilan saya: bukan sekadar hadir sesaat, melainkan menjadi saksi sekaligusp enggerak agar kesenjangan ini perlahan tertutup, agar setiap anak di setiap penjuru negeri mendapatkan tempat untuk tumbuh, berkembang, dan mewujudkan potensi yang Tuhan titipkan kepadanya.
Program SEJARA mengingatkan saya pula bahwa pendidikan tidak boleh memisahkan diri dari akar dan identitas. Mengenalkan mereka pada kreativitas, pada keberagaman agama, pada pentingnya literasi dan numerasi, bukan sekadar mengenalkan masa hal yg tak penting ,melainkan menanamkan fondasi untuk masa depan yang kokoh. Anak yang mengenal siapa dirinya dan dari mana ia berasal, tidak akan mudah terombang-ambing; ia akanberdiritegak,menghargai sesama,danberkontribusidenganjati diri yang utuh. Inilah yang ingin kami tanamkan: bukan hanya kecerdasan pikiran,melainkan juga keindahan akhlak, kekuatan iman dan cinta yang mendalam terhadap tanah air.
Kini, saat masa kegiatan usai dan kami bersiap pulang, saya tidak membawa bekal yang sama seperti saat datang.saya berharap penuh bahwa Hati saya akan lebih luas, pandangan saya lebih tajam, dan tekad saya lebih teguh. Saya menyadari bahwa menjadi relawan bukanlah tentang rasa bangga telah berbuat baik, melainkan tentang kerendahan hati untuk terus berbuat lebih banyak. Perjalanan ini tidak berakhir saat kami meninggalkan DesaPangi, sebaliknya, ia baru saja bermula.Benih-benih harapan yang kami tanam di sana akan tumbuh bersama mereka, dan kewajiban kami adalah tetap menjaga benih itu dengan doa, dengan dukungan, dengan langkah lanjutan, dan dengan kesetiaan untuk tidak melupakan mereka yang berada di tempat terpencil.
Desa Pangi telah mengukir jejak yang tak terhapuskan di dalam diri saya. Ia mengajarkan bahwa perubahan besar selalu bermula dari langkah kecil yang tulus, dari kehadiran yang sungguh-sungguh, dari kepedulian yang tidak pilih-pilih tempat. Dan saya berjanji pada diri saya sendiri: kemana pun saya melangkah, saya akan membawa semangat SEJARA(sekolah jejak nusantara) didada,menjadi jembatan yang menghubungkan, menjadi cahaya yang tidak membeda tempat, dan menjadi bagian dari perjuangan agar setiap anak di Nusantara, tanpa terkecuali, dapat meraih masa depan yang terang, bermartabat dan penuh berkah.
#TumbuhSuburKomunitasku
#DariSudutNegeriKitaMenginspirasi
