Catatan Kecil dari Pangi
Halo Kak, Perkenalkan saya Sarifah Nur Hardianti Kalau boleh jujur, saya kenal KUN sejak tahun 2025. Dari dulu sebenarnya sudah mau sekali ikut. Kalau DM Instagram saya dibuka, mungkin isinya sudah penuh dengan pertanyaan seputar KUN mulai dari kegiatan, waktu pelaksanaan, sampai mencari-cari kesempatan yang tepat untuk bisa bergabung hahahahaha
Tapi ternyata, waktu tidak berjodoh. Sampai akhirnya tahun 2026 Bulan Agustus kebetulan saya sedang memiliki waktu luang dan sedang libur. Dalam hati saya berpikir, ini keknya waktu yang cocok untuk nge-KUN. Dan ternyata, benar. Mungkin memang ada hal-hal yang tidak perlu terlalu lama dipikirkan, cukup berani melangkah dan percaya bahwa kesempatan itu akan membawa kita pada cerita yang indah.
Awalnya saya sempat mengajak beberapa teman untuk ikut bersama. Tapi mereka memilih menikmati waktu libur dengan caranya masing-masing. Sementara saya, dengan modal nekat, penasaran, dan sedikit keberanian akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar sendiri. Tidak banyak ekspektasi, hanya berpikir, “Coba saja dulu.” Sampai akhirnya ada kabar bahwa saya lolos.
Selama ini KUN hanya sering lewat di reels Instagram saya. Setiap melihat kegiatannya, saya selalu berpikir, ih seru sekali kegiatan ini.Tapi ternyata, setelah benar-benar terjun langsung, KUN jauh lebih seru dari apa yang pernah saya bayangkan.
Di sini saya belajar bahwa kita benar-benar tidak pernah dibuat merasa sendiri. Datang sebagai orang asing, bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya tidak saya kenal, tetapi perlahan semuanya terasa begitu dekat. Energi positif dari orang-orang di dalamnya membuat saya merasa nyaman menjadi diri sendiri. Tidak butuh waktu lama untuk saling mengenal, tertawa bersama, berbagi cerita, saling membantu, bahkan saling menguatkan ketika lelah mulai terasa.
Enam hari di Desa Pangi mungkin terdengar singkat. Tetapi ternyata, waktu yang singkat itu mampu meninggalkan begitu banyak cerita dan kenangan. Ada lelah yang terasa menyenangkan, ada tawa yang tidak direncanakan, ada momen-momen sederhana yang akhirnya menjadi kenangan berharga. Dari perjalanan menuju lokasi, mengajar adik-adik di pelosok, bermain bersama mereka, berbagi cerita, sampai menikmati kebersamaan dengan teman-teman seperjuangan—semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang akan selalu saya ingat. Lebih dari sekadar pengalaman mengajar, KUN mengajarkan saya tentang arti kekeluargaan, kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas, Saya belajar bahwa pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita ajarkan kepada mereka, tetapi juga tentang apa yang mereka ajarkan kepada kita.
Adik-adik di Pangi mungkin hanya bertemu dengan kami selama beberapa hari, tetapi senyum, semangat, dan antusiasme mereka justru meninggalkan kesan yang jauh lebih lama. Mereka mengingatkan saya bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar. Terkadang, sebuah permainan sederhana, cerita kecil, atau perhatian yang tulus sudah cukup untuk membuat seseorang merasa bahagia dan dihargai.
Dan mungkin, inilah bagian paling indah dari perjalanan ini saya datang sebagai orang asing, tetapi pulang menjadi keluarga baru. Terima kasih KUN Cabang Palopo atas enam hari yang luar biasa. Terima kasih untuk setiap cerita, tawa, lelah, pelajaran, dan kenangan yang kita ciptakan bersama. Terima kasih karena telah menjadi ruang yang mempertemukan saya dengan orang-orang baik dan pengalaman yang tidak akan mudah saya lupakan.
Semoga setiap langkah baik yang KUN lakukan selalu dipertemukan dengan orang-orang baik, dimudahkan dalam setiap prosesnya, dan semakin banyak membawa senyuman untuk adik-adik di pelosok negeri.Semoga KUN terus tumbuh, terus menginspirasi, terus menjadi ruang bagi banyak orang untuk belajar, berbagi, dan menemukan keluarga baru.Karena mungkin, kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa besar arti kehadiran kita bagi seseorang. Tetapi satu hal yang saya percaya, setiap niat baik yang dilakukan dengan tulus akan selalu meninggalkan jejak yang baik pula. Sampai bertemu di cerita-cerita KUN berikutnya.Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan saya. Sampai bertemu di pemberangkatan selanjutnya Desa Pangi tunggu kami kembali membawa senyuman dan tawa🥹🤍 Tumbuh lebih mekar, KUN🌱🤍
